Paling Unik! Ini Fakta Tentang Burung Maleo

Burung Maleo adalah hewan langka yang sudah sangat terkenal sampai saat ini. Burung yang satu ini adalah binatang endemik atau asli dari wilayah Pulau Sulawesi. Sampai saat ini dianggap sebagai burung langka karena sisanya hanya sekitar lima atau tujuh ribu ekor saja. Itu adalah yang ada di alam terbuka atau alam liar. Tentu saja jumlahnya sangat menurun dibandingkan jumlah di tahun 50-an.


Selain unik dikarenakan merupakan hewan endemik, sebenarnya Maleo memiliki banyak memiliki keunikan lainnya. Tentu saja berbagai keunikan tersebut yang membuat banyak orang kemudian tertarik mempelajari Maleo. Salah satu keunikan yang sudah sangat terkenal yaitu sifat setia yang dimiliki burung ini terhadap pasangannya. Maka dari itu dianggap sebagai hewan yang sangat setia.

Memang bisa dibilang Maleo itu memang hidup secara monogamy atau artinya tidak pernah hidup secara poligami. Tingkat kesetiaan ini bisa sangat terlihat sekali terutama saat kita melihat mereka mencari makanan. Berbeda dengan burung lain yang mencari makanan sendiri ataupun secara berkelompok, malahan Maleo akan lebih suka mencari makanan bersama dengan pasangannya.

Memang kelakukan burung Maleo terbilang sangat romantis. Hal ini sebenarnya yang membuat populasi Maleo semakin berkurang saja. Ditambah lagi dengan salah satu kelakukan manusia yang membuat ekosistem jadi buruk. Misalnya saja dengan merusak alam yang menjadi habitat hidup Maleo. Selain itu banyak juga para pemburu liar yang sama sekali tidak bertanggung jawab memburung Maleo di alam.

Perburuan hewan liar dialam memang bisa dibilang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak hewan jadi langka. Bukan hanya Maleo saja akan tetapi masih banyak jenis hewan lain yang sulit untuk ditemui di alam karena banyak diburu secara membabi-buta. Untuk mengatasi hal semacam ini kemudian pemerintah bergerak melakukan banyak perlindungan kepada Maleo yang terancam punah.

Selain karena perburuan dan alam yang rusak, sebenarnya ada lagi alasan kenapa Maleo jadi sulit berkembang. Hal ini disebabkan karena ada musuh alami Maleo yang berkembang terus. Musuh alami tersebut adalah babi hutan. Memang babi hutan seperti kita ketahui memiliki perkembangan yang sangat pesat. Selain itu musuh alami yang menghilangkan babi hutan jumlahnya lebih sedikit.

Beberapa keunikan lain dari burung Maleo adalah cara reproduksinya. Maleo sendiri tentu saja sama seperti burung lainnya dimana akan menghasilkan telur. Telur ini sendiri tidak akan dierami melainkan akan dikubur di pasir. Perlu diketahui kalau telur Maleo sendiri sangat besar, bahkan ukurannya bisa 5 kali lipat dari telur ayam. Tak heran Maleo bakalan pingsan setelah bertelur.

Kalau proses bertelur sudah berhasil, maka langkah selanjutnya adalah menunggu sampai 80 hari. Nantinya anakan akan keluar dari lubang pasir yang sudah dibuat. Kalau sudah melewati perjalanan yang sangat berat, barulah Maleo muda akan menemui orang tuanya. Karena proses keluar cangkang dan lubang pasir yang tergolong sulit, maka tidak mengherankan kalau banyak anakan jadi mati sebelum berhasil keluar.

Untuk mengatasi kelangkaan ini maka kemudian pemerintah memang sudah memikirkan cara mengatasinya. Cara yang sudah terlihat saat ini adalah terdapatnya lahan konservasi yang cukup luas. Adanya lahan konservasi ini diharapkan akan membuat Maleo bisa berkembang dan terlindungi dari segala musuhnya.

Langkanya burung Maleo harus membuat kita melindungi. Apalagi ini merupakan hewan asal negara kita yang tidak boleh punah. Semoga keunikan Maleo ini membuat kita tersadar untuk menjaganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *